Awal Mula Perayaan Nyepi

| March 21, 2015 - 7:21pm |

Sahabat Orbit, hari ini bertepatan dengan hari raya Nyepi. Pada hari ini teman-teman kita yang beragama hindu serentak merayakan Nyepi. Kebanyakan masyarakat beragama hindu bermukim di pulau Bali, karenanya perayaan nyepi sangat terasa di pulau tersebut. Nyepi yang identik dengan suasana sepi dan gelap gulita ternyata mempunyai sejarahnya sendiri. Seperti apa sih sejarahnya? Simak artikel berikut ini ya.

Bagi masyarakat Hindu, hari raya Nyepi adalah memperingati pergantian tahun baru saka. Dengan peringatan pergantian tahun baru saka (Nyepi) umat Hindu juga melakukan introspeksi diri dan berdoa yaitu dengan cara Nyepi (menyendiri) tidak melakukan aktifitas apa-apa, termasuk bersuara atau menyalakan penerangan selama seharian penuh, semua kegiatan hanya berpusat pada intropeksi diri.

Sejarah terjadinya Nyepi tercatat sudah berabad-abad. Kalian pasti tahu kan, bahwa agama Hindu berasal dari India dengan kitab sucinya Weda. Pada awal abad masehi, negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan. Pertikaian antar suku-suku bangsa, antara lain, Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan kehidupan beragama pada saat itu sangatlah rumit.

Pertikaian demi pertikaian berlalu akhirnya suku Saka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka pada tanggal 1 Maret tahun 78 masehi. Sejak tahun 78 Masehi itulah ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun Saka, Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Oleh karena itu peringatan Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini disebar-luaskan keseluruh daratan India dan Asia lainnya bahkan sampal ke Indonesia.

Lalu seorang Pendeta Saka bergelar Aji Saka berkunjung ke Jawa (Indonesia) Aji Saka diiringi dua orang punakawan (pengawal) yang setia, sakti, teguh dan siap mati dalam mempertahankan kebenaran demi pengabdiannya kepada Sang Pandita Aji Saka. Mereka tiba di desa Waru Rembang Jawa Tengah tahun 456 Masehi hingga ke Bali, dimana pengaruh Hindu di Nusantara saat itu telah berumur 4,5 abad. Dikisahkan Sang Aji Saka berhasil mensosialisasikan peringatan pergantian tahun saka dan penyebaran agama hindu, akhirnya rangkaian peringatan Pergantian Tahun Saka Peringatan tahun Saka di Indonesia dilakukan dengan cara Nyepi (Sipeng) selama 24 jam.

Untuk merayakan tahun saka ini, umat hindu melakukan tahapan ritual upacara, dan berdoa. Diantaranya adalah:

1. Upacara Melasti, Mekiyis dan Melis, adalah penyucian Bhuana Alit (diri kita masing-masing) dan Bhuana Agung atau alam semesta ini. Penyucian ini dilakukan disumber air suci kelebutan, campuan, patirtan dan segara yang ada di pulau Bali.

2. Menghaturkan Bhakti atau pemujaan di balai Agung atau Pura setiap desa setelah kembali dari upacara Mekiyis.

3. Tawur Agung atau Mecaru adalah meletakan sesajen di setiap catus pata (perempatan) desa, sebagai lambang menjaga keseimbangan. Dilanjutkan pula dengan acara Ngerupuk atau Mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan ini acara ngerupuk disertai juga dengan membakar Ogoh-ogoh (symbol bhutakala dan kejahatan) biasanya masyarakat membuat replika makhluk yang menyerupai setan atau monster besar yang terbuat dari kertas atau busa. Nantinya akan dibakar, sebagai simbol musnahnya kejahatan.

4. Nyepi (Sipeng) menyendiri, tidak melakukan aktifitas untuk introspeksi diri selama 24 jam.

5. Ngembak Geni. Adalah memulai aktivitas baru yang didahului dengan beramah tamah dengan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi atau berdialog tentang rencana dimasa mendatang.

Tags:

Tambahkan komentar

Image CAPTCHA
Masukkan karakter yang terdapat dalam gambar.

Apa Kata Mereka?

Siapa Tokoh yang Mengispirasi Kamu?
Jawaban:
  • Adit
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya ingin jadi pemain bola yang hebat seperti Crishtiano Ronaldo. Dia adalah pemain penyerang dari Portugal tim Real Madrid. Sebagai penyerang, kehebatan Ronaldo adalah mencetak gol. Saya ingin sekali bisa seperti Ronaldo.
  • Chintya
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya suka menyayi dan menggambar, tapi kalau sudah besar saya ingin seperti Miss Anin, guru saya di sekolah. Jadi guru harus pintar pelajaran apa saja, harus bisa menyanyi dan menggambar juga.