Gayatri Wailissa, Poliglot Muda Indonesia

Jesica Fitria | October 24, 2014 - 4:12pm |

Menjadi seseorang yang berprestasi tentu sangat didambakan bagi setiap orang ya, Sobat Orbit! Tidak sekadar mendambakan, Gayatri Wailissa berjuang untuk mencapai apa yang dicita-citakannya.

Gayatri Wailissa merupakan salah seorang poliglot yang dimiliki Indonesia. Poliglot adalah seseorang yang berkemampuan untuk berbicara dalam beberapa bahasa dengan kemahiran tingkat tinggi. Ilmu ini disebut poliglotisme.

Perempuan asal Ambon ini masih sangat terbilang muda untuk menguasai beragam bahasa. Sejak usia 7 tahun, ketertarikannya terhadap bahasa sudah terlihat. Ketika itu, ia sudah menguasai enam bahasa secara otodidak.

Kini, gadis kelahiran 31 Agustus 1995 ini sudah menguasai 13 bahasa yakni Inggris, Arab, Italia, India, Mandarin, Jerman, Belanda, Perancis, Jepang, Korea dan Spanyol. Pada pertengahan tahun 2014 pun, ia masih dalam tahap pendalaman bahasa dan aksara Thailand dan juga Rusia.

Pencapaiannya dalam menguasai bermacam bahasa tidak didukung dengan fasilitas yang diberikan kedua orangtuanya lho, Sobat Orbit. Keputusannya untuk bisa berbicara berbagai macam bahasa dijalaninya dengan belajar melalui lagu, film, dan buku-buku. Selain itu, ia juga gemar bermain biola, membaca puisi dan aktif berteater.

Gayatri hanyalah seorang anak dari pengrajin kaligrafi di kaki lima. Meski terlahir dari keluarga yang sederhana, namun mimpinya sangat tinggi. Banyak cita-cita yang ingin digapainya, salah satunya adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.

Namanya mulai dikenal ketika putri dari Deddy Darwis Wailissa dan Nurul Idawati ini berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Ia pun menjalani seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual yang membuatnya masuk 10 besar dari ribuan siswa.

Kemudian, Gayatri terpilih menjadi Duta ASEAN untuk anak pada tahun 2012-2013. Ia mewakili Indonesia ke tingkat ASEAN dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN.

Tahun 2013, ia juga pernah menyuarakan hak anak Indonesia dalam konferensi internasional di Kathmandu, Nepal.

Tidak mengherankan jika Gayatri memiliki banyak bakat, ia sangat aktif dalam organisasi seperti Forum Anak Maluku, KAPATA DAMAI, Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku), Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak, dan masih banyak lainnya. Banyak pula perlombaan yang dijuarainya.

Di balik gemilang prestasinya, usaha Gayatri tidak dihargai di tempat kelahirannya. Misalnya, ketika harus berangkat mewakili Indonesia di Thailand, hanya Wakil Gubernur Maluku yang membantunya.

Kini Indonesia sedang berduka karena salah satu putri terbaik bangsa telah meninggal dunia. Gayatri mengalami pendarahan otak setelah jatuh pingsan saat berolahraga di kawasan Senopati, Jakarta. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, hingga akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober 2014 pukul 19.30 wib.

 

Jaz

Tags:

Tambahkan komentar

Image CAPTCHA
Masukkan karakter yang terdapat dalam gambar.

Komentar

mulatsih's picture

Inspirasi dan pemompa semangat anak muda.....

Apa Kata Mereka?

Siapa Tokoh yang Mengispirasi Kamu?
Jawaban:
  • Adit
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya ingin jadi pemain bola yang hebat seperti Crishtiano Ronaldo. Dia adalah pemain penyerang dari Portugal tim Real Madrid. Sebagai penyerang, kehebatan Ronaldo adalah mencetak gol. Saya ingin sekali bisa seperti Ronaldo.
  • Chintya
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya suka menyayi dan menggambar, tapi kalau sudah besar saya ingin seperti Miss Anin, guru saya di sekolah. Jadi guru harus pintar pelajaran apa saja, harus bisa menyanyi dan menggambar juga.