Sejarah Panjang Ikat Pinggang

| April 10, 2015 - 3:33pm |

Sahabat Orbit, tahukah kamu. Ikat pinggang telah digunakan pada pakaian pria sejak jaman perunggu. Baik pria maupun wanita menggunakan ikat pinggang tergantung kepada style dan fashion waktu itu. Di dunia Barat, ikat pinggang lebih umum dipakai oleh pria.

Pada periode pertengahan abad ke 19 hingga perang dunia, ikat pinggang merupakan dekorasi utama pada seragam. Pada tentara Prussia, Tsarist Russia, dan Eropa Timur lainnya, sangatlah umum apabila menggunakan ikat pinggang sangat ketat dengan ukuran lebar di pinggang dan diluar ikat pinggang. Tujuannya adalah membantu agar pedang tidak jatuh. Ikat pinggang ini juga digunakan untuk memberikan efek bahu yang lebih besar dan dada yang lebih kuat.

Ikat pinggang biasanya berupa corset yang dipakai dibawah seragam. Hal ini sudah dilakukan pada perang Krimea dan seringkali dilakukan tentara pada lini barat.

Pada jaman modern, pria menggunakan ikat pinggang pada tahun 1920, agar celana tidak jatuh. Sebelum abad ke 1920, ikat pinggang biasa digunakan hanya untuk dekorasi kemiliteran. Sebelum tahun 1920, celana tidak memiliki sekat untuk ikat pinggang.

Dalam bidang olahraga, celana dengan lubang ikat pinggang baru ada pada abad ke 20. Saat ini, pria umumnya menggunakan ikat pinggang dengan celana mereka. Sejak pertengahan tahun 1990, penggunaan ikat pinggang di penjara dilarang. Hal ini disebabkan ikat pinggang digunakan sebagai senjata dan alat untuk bunuh diri yang sering dilakukan para narapidana.

Pada masa sebelum kolonisasi, ikat pinggang digunakan pada masyarakat asli Amerika. Ikat pinggang dibuat dari kulit binatang dan menggunakan atribut suku.

Hmm, unik sekali ya sejarah perkembanganya, jika Sahabat Orbit masih penasaran, berikut ini bermacam-macam  Ikat pinggang dan fungsinya yang digunakan diseluruh dunia.

Ikat pinggang Wampum

Wampum adalah kerang yang digunakan suku di Amerika untuk berbagai keperluan dan merupakan barang yang sakral. Mereka biasanya dijahit hingga menyerupai sabuk dan diberikan sebagai hadiah seremonial. Setelah, penduduk Eropa mulai datang, ikat pinggang terkadang dikirimkan antar suku indian sebagai alat untuk menandakan adanya konflik dan sebagai alat tukar dengan orang Eropa.

Ikat Pinggang Sebagai Simbol Status Sosial

Pada masa colonial dan setelah Negara terbentuk, ikat pinggang kebanyakan digunakan untuk symbol pangkat pada saat perang karena menggunakan sabuk pada umumnya sangat tidak nyaman. Pada masa perang dunia ke 1, ikat pinggang adalah bagian dari seragam. Tentara . Ikat pinggang digunakan dengan korset untuk memberikan kesan lebih langsing pada bagian pinggang dan meningkatkan persepsi bahu yang lebar dan dada yang besar untuk mengintimidasi musuh. Gaya ini sangat popular pada tentara berpangkat tinggi. Setelah perang, celana menjadi lebih rendah dan ikat pinggang digunakan sebagai bagian dari pakaian pria

 Ikat Pinggang Cowboy

Pada pertengahan abad ke 20, film barat adalah bagian dari bioskop amerika. Pada saat itu ikat pinggang dengan kepala berukuran besar lazim digunakan. Kepala ikat pinggang adalah simbol ornamen untuk film cowboy. Kepopuleran kepala ikat pinggang dan gaya mereka merupakan bukti dari budaya Amerika saat ini. Rodeo dan even lainnya menggunakan ikat pinggang besar sebagai hadiah. Hal ini membuktikan sifat kompetitif.

Ikat Pinggang Modern

Saat ini ikat pinggang hadir dalam banyak variasi, yang selalu tersedia dan dipakai oleh banyak orang. Gaya popular saat ini menyediakan ikat pinggang yang dipakai pada bahan katun dan ikat pinggang tradisional. Bahkan ada ikat pinggang terkini yang menggunakan batu mulia dan metal pada desainnya sehingga menghabiskan ribuan dollar.

Tags:

Tambahkan komentar

Image CAPTCHA
Masukkan karakter yang terdapat dalam gambar.

Apa Kata Mereka?

Siapa Tokoh yang Mengispirasi Kamu?
Jawaban:
  • Adit
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya ingin jadi pemain bola yang hebat seperti Crishtiano Ronaldo. Dia adalah pemain penyerang dari Portugal tim Real Madrid. Sebagai penyerang, kehebatan Ronaldo adalah mencetak gol. Saya ingin sekali bisa seperti Ronaldo.
  • Chintya
    Kelas 5 SD Budi Luhur
    Saya suka menyayi dan menggambar, tapi kalau sudah besar saya ingin seperti Miss Anin, guru saya di sekolah. Jadi guru harus pintar pelajaran apa saja, harus bisa menyanyi dan menggambar juga.